Bunuh Diri Setelah Kalah Judi 1 Milyar karena Tidak Baca Artikel RADENTOTO - Warga negara Korea Selatan ditemukan meninggal di kondominium miliknya, Jumat (03/03/2017) pagi. Kematiannya ini diduga karena dirinya kalah lebih dari Rp 1 Milyar ketika bermain di kasino.
Sebelum kematiannya, Baek
Seung-ryeong, 41 tahun, kalah sebesar PHP 3 juta atau lebih dari Rp 750 juta
ketika bermain baccarat. Dirinya sempat melontarkan candaan kepada kawannya
bahwa dia akan bunuh diri kalau kalah lagi.
Dalam keterangannya kepada
polisi, Han Gile, teman Baek, mengatakan bahwa temannya kembali ke
kondominiumnya di daerah Pasay City, Filipina, pada sekitar pukul 5 pagi waktu
setempat setelah bermain di kasino City of Dreams. Baek mengatakan kalau
dirinya telah kalah lagi sebesar PHP 1 juta.
Satu setengah jam kemudian, Baek
ditemukan tewas di salah satu kamar dengan dasi terikat di lehernya dan terikat
di lemari, berdasarkan keterangan yang dibuat oleh asisten rumah tangganya,
Mirla Vivas.
Korban terakhir kali terlihat
sedang minum bir di unit kondominiumnya.
Investigator dari pihak
kepolisian tidak menemukan cedera lain di tubuh Baek kecuali bekas ikatan di
lehernya. Baek yang berasal dari Distrik Gangnam, Seoul merupakan bekas agen
kasino.
Pembunuhan di Macau
Kematian yang terkait dengan
kasino juga terjadi di Macau pada Bulan Januari lalu. Dua orang warga India
yang merupakan ayah dan anak ditemukan tewas di sebuah kamar di Hotel Okura
Macau, yang merupakan masih bagian dari kompleks Galaxy Casino.
Berdasarkan keterangan polisi
setempat, dua pria yang meninggal merupakan seorang ayah berusia 52 tahun dan
anak tertua yang berusia 24 tahun dengan nama belakang Lunawat.
Di dalam hotel tersebut juga ada
seorang wanita, 45 tahun, yang merupakan istri dari lelaki tersebut dan anak
termudanya, 20, yang ditemukan tidak sadarkan diri. Mereka pun dilarikan ke
rumah sakit terdekat.
Pihak berwenang menduga adanya
keterkaitan kriminal kasino dengan kematian dua orang ini.
Di tahun 2016, terdapat 1.851
kejahatan terkait dengan kriminal kasino. Kasus-kasus yang terjadi kebanyakan
adalah penculikan, pemerasan, dan pinjaman yang terkait dengan lintah darat.
Sebagian besar korban dan tersangka pelaku dalam kasus-kasus ini biasanya bukan
penduduk asli Macau.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar